F&K succeeded in the pursuit of Loreen Neville's freedom at South Jakarta District Court

Nevile Loreen terdakwa kasus pemberian keterangan palsu atas kasus perebutan hak asuh anak antara Yeane Sailan dengan pria asal Australia, Denis Anthony Michael, akhirnya bernapas lega. Dia divonis bebas.

"Tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 242 KUHP seperti yang telah disebutkan di dalam dakwaan," ujar ketua majelis hakim Dahmiwirda saat membacakan putusan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Kamis (19/9/2013).

Loreen yang selama persidangan hanya menunduk dan sesekali menyeka kedua matanya hanya dapat terbengong ketika hakim membacakan putusan. Dia terlihat kebingungan dan kerap menoleh kepada tim kuasa hukum untuk menanyakan hasil putusan.

Loreen akhirnya bernapas lega ketika kuasa hukum mengatakan bahwa dia terbebas dari segala tuntutan. "Yess!," ujarnya lega sambil menghela napas dalam-dalam.

"Saya yakin bebas, karena saya kuat," ujarnya sambil menahan tangis bahagia usai sidang.

Hal yang sama juga terjadi kepada saksi Ahmad Nurhikayat yang juga divonis bebas oleh majelis hakim. Sama seperti Loreen, hakim membebaskan Ahmad dari segala tuntutan.

"Memang faktanya apa yang diungkapkan klien kami sebagai saksi adalah hal yang benar sesuai fakta yang ada, sesuai saksi dan bukti berupa foto dan surat-surat lainnya. Jadi semua alat bukti sudah menyatakan apa yang diungkapkan klien kami adalah benar," ujar kuasa hukum Neville Loreen, Aldi Firmansyah usai persidangan.

Menurutnya, Ahmad yang beberapa waktu yang lalu mengaku dijanjikan imbalan berupa uang oleh Dennis, suami Yeane, hanyalah bohong belaka. "Kemungkinan ada indikasi tekanan kepada Ahmad sehingga dia disuruh mengaku menerima uang dari Dennis," jelas Aldi.

"Walau klien kami dianggap memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah, yang mana menyatakan bahwa Yeane suka minum-minum di bar, tapi klien kami punya bukti seperti foto bersama teman-temannya sedang minum alkohol di bar, yang pada saat persidangan diakui Yeane sebagai fotonya. Jadi itu dipakai majelis hakim sebagai bukti yang sempurna untuk membebaska Loreen dan Ahmad," tuturnya.

Artinya putusan ini menegaskan penetapan hak asuh anak sesuai dengan aturan yang berlaku. Penetapan itu dikuatkan dengan putusan pembebasan para saksi tersebut.

"Ini merupakan bebas murni karena semua buktinya membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah," jelas Aldi.

 

written by: Ichsan Perwira Kurniagung, SH, MH (Managing Partner of FKNK Law Firm)

Source: Detik.com